BUTUH 15 CABANG ILMU BILA INGIN MENGETAHUI KANDUNGAN AL-QUR'AN


ALAT UNTUK MENGETAHUI ISI KANDUNGAN AL QUR'AN, MAKA PELAJARI  DULU 15 BIDANG ILMU BERIKUT INI :
Kalau gak bisa Mempelajari, yo manut wahe ama ulama', penting dapet berkahe. Hehhehe

Ilmu 15 ini lah yang membantu untuk mengetahui isi dan kandungan tafsir maupun yang lainnya.
Karena di dalam Al-Quran juga menyangkut kitab kitab terdahulu, zabur, taurat dan Injil.
Kitab ZABUR banyak menjelaskan tentang tauhid (ketuhanan), umatnya di sebut agama samawi. artinya agama dari langit.
Kitab TAURAT banyak menjelaskan tentang hukum pidana. Umatnya di sebut agama  Yahudi. Artinya agama petunjuk.
Kitab INJIL banyak menjelaskan tentang Bermu'asyaroh, cara menolong orang dan berbuat baik. Umatnya disebut agama Nasrani, artinya agama penolong.
Kitab Al-QUR'AN menjelaskan semuanya.
Dalam tafsir Nawawi al-bantani, Alquran itu menyimpan seribu pelajaran tauhid(keimanan), seribu hukum, seribu sejarah, seribu peringatan, seribu ancaman, seribu nasihat, seribu pelajaran hidup sosial, baik muasyaroh, muamalah dan seribu hukum etika (Akhlaq).
jadi bila ingin mengetahui tentang kandungan Alquran, maka bertanyalah pada ulama' atau bisa mempelajari beberapa ilmu di bawah ini:
1. Ilmu Lughat sastra (filologi), yaitu ilmu untuk mengetahui arti setiap kata al Quran. Mujahid rah.a. berkata, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka tidak layak baginya berkomentar tentang ayat-ayat al Quran tanpa mengetahui ilmu lughat. Sedikit pengetahuan tentang lughat tidaklah cukup karena kadangkala satu kata mengandung berbagai arti. Jika mengetahui satu atau dua arti, tidaklah cukup. Bisa jadi kata itu mempunyai arti dan maksud yang berbeda.
.
2. Ilmu Nahwu (tata bahasa), Sangat penting mengetahui ilmu Nahwu, karena sedikit saja I’rab (bacaan akhir kata) berubah akan mengubah arti perkataan itu. Sedangkan pengetahuan tentang I’rab hanya didapat dalam ilmu Nahwu.
.
3. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata), Mengetahui Ilmu sharaf sangat penting, karena perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya. Ibnu Faris berkata, “Jika seseorang tidak mempunyai ilmu sharaf, berarti ia telah kehilangan banyak hal.” Dalam Ujubatut Tafsir, Syaikh Zamakhsyari rah.a. menulis bahwa ada seseorang yang menerjemahkan ayat al Quran yang berbunyi:

“(Ingatlah) pada suatu hari (yang pada hari itu) kami panggil setiap umat dengan pemimpinya. “(Qs. Al Isra [17]:71)

Karena ketidaktahuannya tentang ilmu sharaf, ia menerjemahkan ayat itu seperti ini:“pada hari ketika manusia dipanggil dengan ibu-ibu mereka.” Ia mengira bahwa kata ‘imaam’ (pemimpin) yang merupakan bentuk mufrad (tunggal) adalah bentuk jamak dari kata ‘um’ (ibu). Jika ia memahami ilmu sharaf, tidak mungkin akan mengartikan ‘imaam’ sebagai ibu-ibu.
.
4. Imu Isytiqaq  (akar kata, Mengetahui ilmu isytiqaq sangatlah penting. Dengan ilmu ini dapat diketahui asal-usul kata. Ada beberapa kata yang berasal dari dua kata yang berbeda, sehingga berbeda makna. Seperti kata ‘masih’ berasal dari kata ‘masah’ yang artinya menyentuh atau menggerakkan tangan yang basah ke atas suatu benda, atau juga berasal dari kata ‘masahat’ yang berarti ukuran.
.
5. Ilmu Ma’ani, Ilmu ini sangat penting di ketahui, karena dengan ilmu ini susunan kalimat dapat di ketahui dengan melihat maknanya.
.
6. Ilmu Bayaan, Yaitu ilmu yang mempelajari makna kata yang zhahir dan yang tersembunyi, juga mempelajari kiasan serta permisalan kata.
.
7. Ilmu Badi’, yakni ilmu yang mempelajari keindahan bahasa. Ketiga bidang ilmu di atas juga di sebut sebagai cabang ilmu balaghah yang sangat penting dimiliki oleh para ahli tafsir. Al Quran adalah mukjizat yang agung, maka dengan ilmu-ilmu di atas, kemukjizatan al Quran dapat di ketahui.
.
8. Ilmu Qira’at, Ilmu ini sangat penting dipelajari, karena perbedaan bacaan dapat mengubah makna ayat. Ilmu ini membantu menentukan makna paling tepat di antara makna-makna suatu kata.
.
9. Ilmu Aqa’id, atau aqidah tauhid, Ilmu yang sangat penting di pelajari ini mempelajari dasar-dasar keimanan, kadangkala ada satu ayat yang arti zhahirnya tidak mungkin diperuntukkan bagi Allah swt. Untuk memahaminya diperlukan takwil ayat itu, seperti ayat:

“Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Qs. Al Faht 48]:10)
.
10. Ilmu Ushul Fiqih, dan Qoidah fiqih, ilmu ini Mempelajari ilmu ushul fiqih sangat penting, karena dengan ilmu ini kita dapat mengambil dalil
dan menggali hukum dari suatu ayat.
.
11. Ilmu Asbabun-Nuzul, Yaitu ilmu untuk mengetahui sebab-sebab turunnya ayat al Quran. Dengan mengetahui sebab-sebab turunnya, maka maksud suatu ayat mudah di pahami. Karena kadangkala maksud suatu ayat itu bergantung pada asbabun nuzul-nya.
.
12. Ilmu Nasikh Mansukh, Dengan ilmu ini dapat dipelajari suatu hokum uang sudah di hapus dan hokum yang masih tetap berlaku.
.
13. Ilmu Fiqih, Ilmu ini sangat penting dipelajari. Dengan menguasai hokum-hukum yang rinci akan mudah mengetahui hukum global.
.
14. Ilmu Hadist, atau tentang perowi rijalul hadist. Ilmu untuk mengetahui hadist-hadist yang menafsirkan ayat-ayat al Quran.

.15. ILMU SEJARAH, ilmu ini berhubungan Asbabul-nuzul, Asbabul-Wurud dan Asbabul-Wuqu'. Peristiwa turunya Alquran, turunyan hadis dan peristiwa siap yang menerima hadist dari nabi.

16 Ilmu Wahbi, (ILmu Taufiq) Ilmu khusus yang di berikan Allah kepada hamba-nya yang istimewa, sebagaimana sabda Nabi Saw..,, ilmu ini biasanya di berikan kepada Ulama' dan hamba pengarang kitab, (mujadid).

“Barangsiapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang tidak ia ketahui."

Untuk ilmu yang nmer 16, ini sudah otomatis apa bila sang ulama' sudah memahami 15 ilmu tersebut, dan juga ilmu tentang ke waro'ian dan kesufian hamba dalam segala perilaku dan akhlaq tersebut. Karena ini tingkat kezuhudan seseorang terhadap dunia.
_________________
Dari kitab "Fadlo'ilul - A'mal" karya Syaikh Maulana Yusuf Al-Kandahlawi.