TUJUH TOKOH YANG PALING DI KAGUMI MASYARAKAT


Di saat negri di rundung berbagai permasalahan yang sangat rumit, baik politik internal maupun eksternal, entah itu urusan sosial, keluarga, ekonomi dan sistem carut marutnya cara mengatur nagara, semuanya sudah menjadi hidangan tiap hari bagi rakyat kita, sehingga masyarakat sudah muak dan muntah dengan janji janji palsu, dari mulai iming iming duwit, jabatan, lengkap lah sudah negri kita ini.

Perpecahan antar masyarakat sudah mencapai finisnya, berebut kekuasaan, dengan menggalang kekuatan untuk mencari masa sebanyak-banyaknya, supaya di akuhi dan di ikuti. Rakus dan ambisi ingin menonjolkan diri sudah di luar kebablasan otak manusia. Yang di tuju adalah siapa yang kuat dia lah yang menang dan berkuasa. Orang kecil baik di pedesaan, dusun maupun yang tinggal di pinggiran kota, pada sante tak menghiraukan semua itu, masyarakat kecil yakin akan kekuatan batin dan kekuatan dari langit.

Ada yang kenal tokoh di atas, kalau gak kenal kebangeten tenan.
Begitu membelalakkan mata pada saat menghadiri pengajian salah satu tokoh di atas, ribuan pengunjung membanjiri tempat , berduyun-duyun seperti bak semut mengelilingi gula, semuanya tampak jelas di depan kita.

1) KH Maimun Zubair dari Rembang. Kyai ini Yang kondang ke'alimannya, sehingga semua kyai pesantren hormat dan tunduk di hadapannya. Beliau ini juga pakar ilmu fiqih dan perundang undangan hukum Islam. K.H. Maimun Zubair merupakan sala satu kiai yang cukup terkenal. Sebagai tokoh agama yang dikagumi, Ia memiliki pengaruh yang cukup signifikan, baik dalam peran pentingnya sebagai pengasuh pondok pesantren, maupun peran sentralnya dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dengan adanya peran ganda ini, membuat kharismatik K.H. Maimun Zubair semakin kuat di tengah-tengah masyarakat maupun lingkungannya. Di tengah masyarakat, figur K.H. Maimun Zubair dipercaya dapat memberikan barokah terhadap sekitarnya. Adanya perasaan simpati membuat masyarakat selalu ingin mengikuti jalan kiai. Seperti meminta saran K.H. Maimun Zubair ketika ada hajat, konsultasi ketika menghadapi masalah, sampai dengan pengecetan rumah yang di dominasi warna hijau. Cultural capital merupakan sebuah nila ataupun budaya yang telah diterima dan diykini masyarakat maupun memberikan jaminan tertentu. Sehinggam sebagai figur yang sangat alim, K.H. Maimun Zubair dapat memberikan ketenangan baik dalam lingkup masyarakat maupun lingkup pemerintahan. Oleh karena itum perlu mencari tahu bagaimana relevnsi ketokohan K.H. Maimun Zubai dan apa sebenarnya kontribusinya dalam kehidupan politik praktis di indonesia, khususnya dalam PPP. K.H. Maimun Zubair seringkali diminta masyrakat untuk melakukan ceramah keagamaan maupun nasihat tertentu. Dalam partai, Ia juga menduduki posisi yang sangat strategis yaitu Ketua Majelis Syariah atau penasehat umum partai. Dengan kesempatan ini, K.H. Maimun Zubair bberusaha melakukan penyeimbangan untuk mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan politik praktis (Simbiosis mutualis). Sehingga, PP dapat menjadi modal utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai keislaman. Kata Kunci: Cultural Capital, Kharisma, Simbiosis Mutualis

2)-KH Ahmad Mustofa Bisri dari Rembang. Kyai yang satu ini juga pengasuh pesantren, tokoh budayawan, pakar ilmu pemerintahan, sekaligus puitis karya karyanya membikin merinding. Kiyai ini menjadi rujukan para politisi dan bahkan par kiyai dalam urusan pemerintahan. Jadi jangan heran bila kiyai ini menjadi rebutan para tokoh politisi.

3)- KH Emha Ainun Najib dari jombang, tokoh ini yang sering kita sapa caknun. Tokoh ini sangat di kagumi oleh pemuda, baik mahasiswa dan para tokoh politik,  sastra dan diplomasi luar biasa. Dan pakar dalam ilmu pemerintahan. Cak nun juga jago dalam sastrawan dan juga penyair dunia. Karya karya sangat di kagumi para tokoh politik dan mahasiswa.
Caknun Tak mudah, memang, memotret sosok lelaki ini hanya dari satu sisi. Sebab, suatu saat ia tampil sebagai seniman, di saat lain ia adalah intelektual, pengamat politik dan sosial. Tapi, banyak juga yang menganggap dia kiai karena fasih bicara soal agama. Ya, bak kata pepatah, melihat matahari hanya dari satu sisi, maka melihat Emha harus dari segenap jurusan.

Emha Ainun Nadjib memang memiliki banyak faset. Ia juga bak libero: bisa bergaul dengan siapa saja dari kalangan mana saja. Ia dengan mudah membaur dengan portir di bandara, "mbok-mbok" jamu, dan sopir taksi. Tapi, ia bisa juga diterima kalangan atas dan pejabat pemerintahan, pengusaha, dan juga kalangan ABRI. Tak heran bila acara diskusi atau ceramah yang dihadirinya sering dipadati pengunjung. Maklum, ia memang orator ulung. Gaya bicaranya khas, dengan humor segar. Tak segan pula lelaki 63 tahun ini bicara keras soal situasi politik. Tapi, mengapa ia tidak mau disebut ustad atau ulama?

4)- Habib syekh Abdul Qodir dari solo. Syekh ini juga sangat di kagumi di masyarakat, dengan suara sholawatnya. Sekhermania menjadi ramai di kalangan ibu ibu kampung, lagu dan syairnya mudah di hafal di kalangan anak kecil,

5)- KH Anwar Zahid dari bojo negoro. Kyai ini yang terkenal dengan urusan sosial dan rumah tangga. Ceramahnya, yang ceplas-ceplos ceplos sehingga masyarakat senang kehadirannya .

6)- KH habib Lutfi bin yahya dari Pekalongan . Habib ini juga kondang sangat damai santun, ramah di masyarakat. Habib ini juga guru thoriqoh dan Mursyid.
7)- KH habib Umar Mutohar dari Semarang. Tokoh ini juga pakar hukum, dan sangat di kagumi masyarakat, baik pesantren maupun dunia akademisi, bahkan ceramahnya juga tentang urusan sosial.

Ketujuh tokoh ini mempunyai peran dan tugas yang berbeda, tapi tujuannya sama, beliau beliau ini adalah pakar dangan ilmu politik dan pakar cara mengatur negara dan pemerintahan , bahkan pakar hukum dan pidana, akan tetapi beliau tidak tertarik oleh jabatan. Dan lebih dari itu tujuh tokoh itu bisa di bilang mufti di daerah tempat tinggal masing masing.

Pada dasarnya semua kyai adalah multi-talenta, hanya saja yang tampak di hadapan pandangan masyarakat ini berbeda beda, akan tetapi sebenernya mempunyai mempunyai ilmu yang sama, karena di sebut seorang ulama' atau kiyai pasti mempunyai ilmu yang sangat lengkap.

Ketika rakyat sudah capek dan muak dengan keadaan, tuhan menampakkan kekuasaannya, Tuhan mengirim hambanya yang sekira mempunyai kaliber kedekatan Dengan allah. mereka hadir di tengah masyarkat kita untuk mempersatukan umat, beliau beliau itu hadir bukan mencari jabatan, bukan mencari masa, bukan untuk menggalang kekuatan, beliu dengan risau yang sangat mendalam melihat generasi nya sudah begitu salah kaprah dalam menyikapi masalah.

Berdasarkan pengamatan saya pribadi, ada  beberapa tokoh yang sangat di kagumi masyarakat luas, tokoh ini memang sudah lama berkecimpung dalam dunia pengkaderan anak muda, baik dunia pesantren maupun di luar pesantren. Emang banyak tokoh tokoh ulama' lain baik daerah tertentu, yang belum aku sebutkan. Seperti KH Chalwani Purworejo, habib Anis baasin, habib Tohir dari Tegal , habib sholih dari Brebes,. Habib Munzir Al musawwa . KH maksum sari Lasem, KH Muzammil dari Madura dan masih banyak lagi guru guru sufi thoriqoh yang tersembunyi.

Akan kah sosok wali songo akan kembali hadir di masa sekarang ini?
Semoga Tuhan membangkitkan hamba hamba yang mempunyai kepribadian dan sifat seperti wali sango dulu. Amin ya Robbal alamin.

Wassalam!
_____________
Jogjakarta / Jumat / 28 / Oktober / 2016
Lek Muhson wong ndeso.