BENARKAH MALAIKAT HADIR KETIKA AKSI 4 NOVEMBER


Saya berharap, dan selalu berdoa, semoga setelah 4 November 2016, seluruh Habib-habib Indonesia, kumpul bareng membahas ahok, baik urusan pemerintahan maupun negara, sebab saat ini negara kita sedang memanas. Sehingga rakyat selalu terombang ambing, tidak tahu arahnya, bahkan masyarakat kita bingung siapa yang di ikuti dan siapa yang harus kita waspadai.

Kalau seandainya setelah  tgl 4 tidak bisa, ya paling tidak stelah tgl 4 November, dan tahun berikutnya, atau bulan bulan stelahnya, menjelang pertengahan tahun Hijriyah, atau bulan Robi'ul Awwal (maulud).

Nanti juga di susul seluruh para Kiyai-kiyai pesantren, dan tokoh budayawan dan tokoh masyarakat, ormas islam, LSM, juga kumpulan bareng! Biar kita bisa bersatu kembali, tidak bisa di adu domba babakan pemahaman. Gt menurut saya.

Saya tidak punya kapasitas untuk mengundang beliau beliau, tetapi saya yakin dan selalu berdoa semoga doa doaku, doa temenku dan saudaraku seluruh Indonesia membantu meng-amininya.

Kalau zaman 1965, musuhnya jelas PKI. Nah kalau sekarang sulit membedakan mana lawan dan mana kawan. Kelihatannya orang pinter, jebule gendeng. Atau sebaliknya. Yang di sangka malaikat, ternyata Gerandong. Di kiro Gendruwo, jebul wong alim.

Paska 4 November di luar dugaan, hampir para tokoh Ulama' tokoh politik, tokoh pengamat, tidak bisa memprediksi, ada yang bilang sejauh pandangan mata melihat manusia berbaju putih. Dan jurnalis media tidak menyangka dan kaget melihat sebegitu banyaknya kerumuan umat mengelilingi istana, bahkan yang ikut aksi sendiri juga gak bisa mengira berapa jumlahnya.

Kalau aku cuma khusnudhon aja, mungkin banyak malaikat yang menampakkan dan ikut mengerumuni manusia itu, tahukah bila umat islam bersatu, maka NUSROTULLAH akan datang, (Alladzi Khoriju minal Adah) dan itu pasti dan pasti, karena stiap perkumpulan lebih dari 40 orang, maka di situ ada kekasih Allah yang disembunyikan. Apa lagi umat itu banyak ulama' nya. Luar biasa. Ini bisa di sebut "Karomah", dan itu terjadi satu kali, tidak bisa berulang ulang. Seandainya terjadi aksi lagi , maka akan sanagat berbeda, mungkin tidak sebanyak tanggal 4 November. Mengapa demikian? Yo jawab dewe! Hehhhehe

Apapun yang terjadi nanti, baik hari tentang persidangan maupun penyelidikan gelar perkara terbuka, tentang penghinaan surat almaidah   ayat 51, yang di ucapkan Ahok, sangat tidak meng-enakan telinga bagi kaum Muslim khususnya. dan kemungkinan besar bisa sudah di atur sebelumnya. Karena hukum itu juga buatan manusia, yang bisa di rekayasa kapan saja.

Secara Mutasyari' atau syariat ucapan Ahok tentang surah almaidah bisa terjadi pro dan kontra , dan efeknya akan perang statemen, sehingga sebagian ulama' mengatakan tidak menistakan, sementara statemen tokoh yang bilang tidak, nanti akan manfaatkan media, sebagai pemebela, atau rujukan pendapat, dan di adu domba oleh media, kan jadinya perang komitmen antar kyai dan tokoh. Yang mengadu domba akan kebanjiran uang, karena banyak melihat di Tv.

Sementara secara etika atau hukum akhlaq, ucapan Ahok, bahwa si ahok ini ucapannya "Kurang Ajar tenan". Orang kurang ajar itu seperti meludai orang, emang orang meludahi itu tidak melukai secara fisik, bekas luka juga tidak ada, hukum pidana juga sulit, akan tetapi orang meludahi ini, menyakitkan hati, urusannya harga diri, meremehkan dan merendahkan. Terkadang orang di ludahi ini bisa nekat bisa ngamuk bahkan membunuh pada orang yang meludahi, meskipun orang di ludahi tidak mempunyai karakter sifat membunuh. Karena urusannya hati dan meremehkan.
Bayangkan aja , masak kampanye kunjungan malah bahas surat Al-maidah, ini kan lucu banget. Bahasa jawane ""Kemlinthi". Klo dia Muslim sih lumayan, bagaimana kalau tidak! Hehehehe

Menurut firasatku orang yang sebut sebagai gubernur DKI ini gak mungkin akan di penjara, paling banter di sembunyikan dan itu sebagai penyelamatan terhadap Ahok. Saya gak ada urusan dengan  Ahok maupun pak Jokowi , tetapi saya sebagai warga negara yang taat, dengan berbagai sudut pandang, baik peta masalah, maupun situasi keadaan yang begitu rumitnya indoesia, saya bisa nya cuma membaca, melihat, menilai, menyimpulkan dan berpendapat. Meskipun pendapatku sulit di pahami dan sulit untuk membuktikan dengan logika. Yang jelas semua rekayasa pemerintah itu sudah pasti dan pasti. Karena ada sebagian ulama' dahulu mengatakan ; "Pejabat pemerintah cenderung selalu di benci dan di curigai oleh rakyat, karena biasanya pejabat pemerintah sering melakukan kecurangan ketika mendapat amanah dari negara"

Saya gak punya bukti bukti kuat, tetapi aku melihat ada kekuatan besar di balik Ahok, sehingga mustahil Ahok akan di penjara. Kasus demi kasus, dari mulai kasus trans Jakarta, sumber waras dan reklame, semuanya dah gamblang dan jelas, itu menunjukkan banyaknya rancau, dan membingungkan dan menjadi bola panas bagi semua para penegak hukum, para tokoh politik sampe semua lapisan masyarakat Madani khususnya. Apa lagi persidangan gelar perkara yang bersangkutan tidak hadir, ini juga suatu keanehan luar biasa. Seandainya ahok di penjara dengan kasus penistaan atau kasus reklame, pasti akan menyeret sebagian tokoh pejabat lainnya, sama seperti Nasrudin menyeret tokoh lainnya. Maka sebelum Ahok di pasalkan, di situ sudah di siapkan semuanya, dari kuasa hukum, pengacara, tim save Ahok dan jokowi , semuanya sudah di siapkan orang bayaran untuk melindundungi atau memujinya. Hebat kan! Hehhehe


Pasca 4 November lalu juga demikian, ketika rakyat bertamu di mendatangi presiden, malah gak bisa hadir juga. Malah di alihkan dengan alasan pak presiden ada agenda lain di luar, ini juga suatu menyakitkan buat rakyat Indonesia. Di datangi malah pergi, di saat rakyat sudah pada pulang, malah mengundang para ulama'.  Pokoknya lumayan panas dan panas.

Bagi saya dengan hadirnya saudara Ahok adalah saya sangat bersyukur sekali, mengapa demikian, karena bisa menjadikan umat Islam ini bersatu kembali, coba saja kalau tidak ada Ahok, mungkin ummat muslim tidak akan bersatu, malah saling mencaci maki di kalangan muslim sendiri. Seperti kata indah dari Ulama' mengatakan "Umat Islam ini kalau ada masalah atau musuh baru bersatu padu siap membela meskipun harus perang sampe mati, tetapi kalau tidak ada masalah tidak ada musuh, ya mencari masalah dan mencari musuh di kalangan ummat muslim sendiri". Seperti menuduh syirik, menuduh bid'ah temennya sendiri meskipun beda memahami hal furu'iyah.

Pada tanggal 4 Nov, sebenernya aku tidak ikut, karena kebetulan hari itu saya ikut diskusi seresehan di kadipiro bersama KH MH Ainun Najib, bapak Mustofa W Hasyim ,dan KH Marzuqi dan temen temen maiyah lainnya. Soal materi tema diskusi, kami gak berani nulis secara blak blakan. Mungkin temen pembaca bertanya pada saya, kenapa gak berani, Karena, ya saya gak gak bawa buku, itu aja, hehehe, kwkwkwkwk.


Ohya temen temen Saya juga senang, bangga sekali dengan aksi damai kemaren, itu membuktikan ummat Islam bersatu padu membela agama, akan tetapi jangan sampe kebablasan membenci seseorang.

Di sisi lain aku juga lumayan khawatir, bisa jadi suatu masalah untuk memancing kemarahan umat Islam. Masih ingat kah peristiwa awal 2006 yang lalu, film kartun dan karikatur yang di buat oleh negara Denmark, film dan karikatur itu di Simbolkan nabi memakai jubah dan sorban, yang di atas sorban ada bomnya yang siap meledak kapan saja.
Saat ini juga sama penghinaan surat alamaidah ayat 51, kemungkinan besar juga sengaja untuk memancing kemarahan kaum muslimin. Agar seluruh Muslim menyikapi dengan marah, lebih jauh lagi agar umat islam berdemo, dan melakukan tindakan anarkis, baik penghinaan sosial  maupun penghinaan status. Lebih jauh lagi Yang di media akan meliput, meng-ekpos dan melaporkannya, itu lho ummat Islam  yang anarkis. dan juga yang di demo akan bertepuk tangan, tertawa lebar lebar atas keberhasilannya. dan mereka senang jika ummat Islam selalu marah.
Atau Bisa jadi mereka ingin menjajaki atau mengetahui kekuatan kaum muslim, agar umat muslim di seluruh Indonesia dan dunia bangkit kembali menunjukkan persatuannya dan kekuatannya kepada mereka. Akan tetapi setelah semua kaum Muslim muncul di permukaan dunia, dengan mudahnya pemerintahan yang  jahat mengetahui kelemahannya. Sehingga mereka menyusun kembali strategi jahatnya, dengan melacak para tokoh tokoh aksi itu, khususnya Ulama' yang di anggap berpengaruh di masyarakat. Sehingga para  kyai Ulama' itu di ciduk, dan di rayu jamuan syubhat, bahasa halusnya di undang ke istana. Ibarat ada sebuah danau yang di taburi umpan makanan, sehingga semua ikan kecil dan besar muncul di permukaan air merebutkan umpan yang di taburkan oleh pemancing. Kemudian di jala dan tembak bius.

La terus jalan keluar piye? Yo jawab dw
Aku gak ngerti.
_____________
Jogjakarta / 11 / November / 2016.
Lek son